Postingan

Cerita Rakyat Nusantara "Rawabangke"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah DKI Jakarta          20. Si Hamzah (Asal Mula Jadinya Kampung Rawabangke)             Pada waktu itu, hiduplah seorang Bapak bernama Hamzah. Ia tinggal di Rawamangun bersama dengan istri dan anaknya. Suatu ketika saat sore, Bapak Hamzah bersama dengan istrinya pergi berlajan-jalan ke Jatinegara. Di situ ia melihat seorang wanita yang sangat cantik dan sedang berbelanja di Mester. Tanpa henti Bapak Hamzah memandangi wanita cantik itu. Dalam hatinya, Bapak Hamzah ingin memiliki wanita itu, tetapi istrinya segera mengajaknya pulang sehingga berhenti memandangi wanita itu. Setelah sampai di rumah, Bapak Hamzah justru masih terngiang-ngiang membayangkan kecantikan dan keanggunan wanita yang sedang berbelanja tadi.             Secara diam-diam, Bapak Hamzah mencoba pergi sendiri menuju ke Mester agar dapat bertemu dengan wanita t...

Cerita Rakyat Nusantara "Pangeran Purbaya"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta         16. Pangeran Purboyo             Sosok Pangeran Purboyo telah banyak didengar oleh masyarakat luas. Diceritakan bahwa berdirinya Mataram tumbuh menjadi dua aliran kekuasaan. Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan mendapatkan wahyu istana. Ketika keduanya sedang berkeliling di perkampungan sekitar istana, Ki Ageng Giring mendapatkan kelapa hijau. Namun, kelapa hijau tersebut justru diminum oleh Ki Ageng Pemanahan. Melihat itu, Ki Ageng Pemanahan berujar bahwa yang akan memangku istana Mataram adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan. Namun, suatu saat akan kembali kepada keturunannya. Isi wahyu di dalam air kelapa hijau tidak dapat ditafsirkan karena memang sulit. Apa yang terjadi pada kemudian hari benar-benar terjadi. Putra dari Ki Ageng Pemanahan yang berhasil mengalahkan Arya Penangsang saat berperang melawan Sultan Hadiwijaya. Atas kemenangan ...

Cerita Rakyat Nusantara "Lutung Kasarung"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Jawa Barat 15. Lutung Kasarung             Di Jawa Barat, terdapat kerajaan yang dikuasai oleh seorang raja yang arif dan bijaksana dalam setiap menentukan keputusan. Raja tersebut bernama Prabu Tapa Agung. Ia memiliki dua orang putri yang cantik dan digandrungi para pemuda negeri itu. Putri pertama bernama Purbararang dan si bungsu bernama Purbasari. Mereka sangat cantik dan manis.             Mereka berdua memiliki watak yang berbeda meskipun sama-sama cantik. Purbasari senang belajar dan disayangi oleh Prabu Tapa, sedangkan Purbararang lebih senang menggunakan waktunya untuk bermain-main. Dia tidak peduli dengan urusan kerajaan, tetapi setiap keinginannya harus terwujud. Begitu terus hingga mereka menginjak usia dewasa. Sekian lama Prabu Tapa memimpin kerajaan menjaga kedamaian dan kemakmuran rakyat hingga usinya semakin lanjut. Prabu Tapa berke...

Cerita Rakyat Nusantara "Lembu Suro"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Jawa Timur              14. Lembu Suro             Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah seorang raja bernama Prabu Brawijaya. Ia memimpin Kerajaan Majapahit, daerah Jawa Timur. Ia merupakan raja yang bijaksana, selain sakti dan kuat. Ia memiliki seorang putri yang berparas cantik. Dyah Ayu Pusparani namanya. Sang putri memiliki kecantikan yang alami mempesona, kulitnya lembut laksana sutera, dan wajahnya elok bagaikan sinar bulan purnama. Banyak di antara pemuda yang menyukai Dyah Ayu, tetapi belum juga ada yang dapat mempersuntingnya. Prabu Brawijaya bingung memilih calon menantu bagi putrinya. Sebenarnya Prabu Brawijaya tidak ingin menolak para pemuda karena ia hanya ingin memilih pemuda yang terbaik.             Dalam pertapaannya di ruang khusus raja, Prabu Brawijaya mendapatkan cara agar ...

Cerita Rakyat Nusantara "Batu Golog"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat         13. Batu Golog             Pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang miskin. Mereka hidup di daerah Batu Golog. Sang istri bernama Inaq Lembain dan suaminya bernama Amaq Lembain. Keadaan mereka sungguh miskin dan sangat melarat. Inaq Lembain bekerja sebagai buruh upahan menumbuk padi untuk kebutuhan makan kedua anaknya. Sedangkan suaminya, Amaq Lembain bekerja di hutan hanya untuk mencari kayu bakar dan dijual untuk mencukupi kebutuhan makan karena tidak punya sawah. Terkadang mereka tidak makan seharian. Kedua anaknya laki-laki dan perempuan yang masih anak-anak.             Suatu hari, seperti biasa Inaq Lembain akan berangat menumbuk padi di daerah tempat tinggal. Namun, kedua anaknya sudah merasakan lapar, ingin makan. Lalu dengan berat hati Inaq Lembain pergi meninggal...

Cerita Rakyat Nusantara "Saudagar Borong"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Barat   12. Saudagar Borong              Alkisah, pada sebuah daerah di pesisir Kalimantan Barat, terdapat kota dagang yang sudah terkenal dan ramai. Tidak sedikit saudagar kaya yang tinggal di sana untuk sementara bahkan menetap sebagai penduduk tetap di sana. Ada satu di antara saudagar-saudagar itu yang paling kaya dan banyak rekan dagangnya. Saudagar terkaya itu bernama Borong. Ia lebih akrab dipanggil Borong oleh rekan-rekannya karena suka memborong barang-barang dagangannya dalam jumlah besar.             Ia hidup dalam bergelimang harta kekayaan hasil dari dagangannya. Meski begitu, Saudagar Borong merupakan orang yang tidak sombong dan tidak suka tinggi hati. Tutur katanya sopan santun sehingga banyak orang yang menyegani Saudagar Borong. Ia sangat dermawan, menolong fakir miskin. Setiap hari rajin berdoa supaya semua kehidupan yang ia jalani se...

Cerita Rakyat Nusantara "Asal Teri Nasi"

Gambar
Cerita Rakyat Daerah Lampung     11. Asal Teri Nasi               Pada zaman nenek moyang dulu, ada seorang raja yang bernama Tuan Rio Mangkubumi. Ia pernah berperang melawan pemerintahan orang Palembang. Tuan Rio Mangkubumi gugur dalam medan perang dan dimakamkan di Pagar Dewa, Kampung Cakat Monasow. Pada saat berperang dan sebelum meninggal dunia, ia berpesan kepada anaknya yang bernama Minak Puti Pajurit, “Hai putraku terkasih, tolong saya jangan dikuburkan di dalam kampung sebab saya gagal memperjuangkan cita-cita kerajaan memenangkan perang ini. Saya merasa malu kepada tanah air kita. Saya juga berpesan kepadamu, hai putraku. Ingatlah jika engkau dapat mengalahkan Palembang maka akan hilanglah Kampung Pagar Dewa. Lalu saya kutuk anak cucu saya yang menikah dengan orang Palembang. Tebanglah semua tanaman dan tumbuhan kita yang condong ke arah Palembang.”        ...